Judul                                                     : Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

Penulis                                                 : Hadika Azizul A’la, Widyatmike Gede Mulawarman, dan Purwanti

Nama Jurnal                                      : Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya

Volume, Nomor, dan Tahun       : Vol.4, No.4, 2020

Halaman                                              : 642-650

ISSN Online/Offline                       : 2549-7715

Website                                               : http://e-journals.unmul.ac.id/

 

 

 

Cover Artikel Jurnal

 
Judul                                                     : Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)

Penulis                                                 : Nurul Aviah, Singgih Kuswardono, dan Darul Qutni

Nama Jurnal                                      : Journal of Arabic Learning and Teaching

Volume, Nomor dan Tahun        : Vol. 8, No. 2, 2019

Halaman                                              : 135-139

ISSN Online/Offline                       : 2252-6269

Website                                               : http://journal.unnes.ac.id/

 

 

 

REVIEW PERBANDINGAN ARTIKEL

PENGGUNAAN ALIH KODE, DAN CAMPUR KODE BAHASA ARAB DI DALAM PEMBELAJARAN DAN FILM

 

Slamet Zakaria

 NIM: B0518040/ Prodi: Sastra Arab

 

www.ilmu.com/rawabitfillugahal-‘arabiyyahal-mu;ashirah/

 

PENDAHULUAN

Menurut Rokhman (2013: 39), campur kode merupakan pemakaian dua bahasa atau lebih dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain, dimana unsur-unsur bahasa atau variasivasiasinya yang menyisip di dalam bahasa lain tidak lagi mempunyai fungsi tersendiri

Faktor penyebab terjadinya campur kode menurut Suwito (dalam Rokhman, 2013: 38) dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) identifikasi peranan; (2) identifikasi ragam; dan (3) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Adapun integrasi menurut Nababan (dalam Kuswardono, 2013: 102) merupakan interferens sistematik (systemic interference). Mekanisme perubahan kebahasaan dalam interferensi sistematik disebut pungutan atau serapan (borrowing). Sebagai contoh dalam bahasa Indonesia terdapat kata “huruf” dari bahasa Arab “harfun-hurufun”.

Alasan reviewer memilih jurnal “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur” untuk diulas karena di dalam jurnal ini membahas mengenai fenomena yang terjadi proses pembelajaran di pesantren berupa alih kode, campur kode bahasa Arab. Dengan mengulas serta menganalisis jurnal ini, reviewer dapat memahami mengetahui apa saja jenis-jenis dari campur kode dan alih kode yang terjadi di sebuah pesantren. Selain itu, reviewer juga dapat mengetahui apa saja faktor dan tujuan dari adanya fenomena alih kode dan campur kode di sebuah pesantren. Sedangkan, alasan reviewer memilih jurnal “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)” adalah untuk mengetahui fenomena alih kode dan campur kode yang ada dalam sebuah film, serta faktor dan tujuan adanya fenomena alih kode dan campur kode bahasa Arab pada sebuah film.

Pada review artikel ini, reviewer akan membandingkan jurnal “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur” yang ditulis oleh Hadika Azizul A’la, Widyatmike Gede Mulawarman, dan Purwanti dengan jurnal “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)” yang ditulis oleh Nurul Aviah, Singgih Kuswardono, dan Darul Qutni . Kedua jurnal ini memiliki persamaan yaitu sama-sama membahas fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi pada bahasa Arab.

 

LANDASAN TEORI

             Pengunaan landasan teori pada kedua artikel memiliki beberapa kesamaan sebagai berikut:

1.       Sama-sama mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Wijana dan Rohmadi untuk menguraikan apa itu Sosiolinguistik

Wijana dan Rohmadi, 2012:11), sosiolinguistik adalah cabang ilmu bahasa yang berusaha menerangkan korelasi antara perwujudan struktur atau elemen bahasa dengan faktorfaktor sosiokultural pertuturannya tentu saja mengasumsikan pentingnya pengetahuan dasardasar linguistik dengan berbagai cabangnya, seperti fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam mengidentifikasikan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang menjadi objek kajiannya, yaitu bahasa dengan berbagai variasi sosial atau religionnya.

Wijana dan Rohmadi (2013:7) menyatakan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang memandang dan menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa di dalam masyarakat, karena dalam kehidupan bermasyrakat manusia tidak lagi sebagai individu akan tetapi sebagai masyarakat sosial. Oleh karena itu manusia akan bertutur dengan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi di sekitarnya

2.       Sama-sama mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Chaer dan Agustina untuk menguraikan apa itu alih kode

Suwito (dalam Chaer dan Agustina, 2010: 114) membedakan adanya dua macam alih kode, yaitu alih kode intern dan alih kode ekstern. Yang dimaksud alih kode intern adalah alih kode yang berlangsung antar bahasa sendiri,

Suwito dalam (Chaer dan Leonie, 2010:114) membedakan adanya dua macam alih kode. 1. Alih kode intern adalah alih kode yang berlangsung antara bahasa sendiri seperti dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa atau sebaliknya. 2. Alih kode ekstern adalah terjadi antara bahasa sendiri (salah satu bahasa atau ragam yang ada dalam variable repertoire masyarakat tuturnya) dengan bahasa asing.

3.       Sama-sama mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Suwito untuk menguraikan apa itu campur kode

Campur kode dibagi menjadi dua (Suwito, 1991:90-91), yaitu: 1) Campur kode ke dalam (innercode-mixing) Campur kode yang bersumber dari bahasa asli dengan segala variasinya. Maksudnya adalah bahasa asli memiliki beberapa variasi di dalamnya. Proses percampuran bahasa tersebut dengan variasinya disebut campur kode ke dalam. Misalnya pada ragam informal, tercampur dengan ragam formal. 2) Campur kode ke luar (outer code-mixing) Campur kode yang berasal dari bahasa asing. Campur kode ini merupakan percampurang dengan bahasa asing di luar bahasa asli. Misalnya bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

Suwito (dalam Indrastuti, 1997: 39) campur kode ada dua macam, yaitu campur kode ke dalam (inner code mixing) dan campur kode ke luar (outer code mixing). Campur kode ke dalam adalah campur kode yang terjadi karena penyisipan unsur-unsur yang bersumber dari bahasa asli dengan segala variasinya. Campur kode ke luar adalah campur kode yang terjadi karena penyisipan unsur-unsur dari bahasa asing. Bentuk campur kode menurut Rosid (2014:696)

Perbedaan penggunaan teori terletak pada adanya informasi mengenai kajian pustaka berupa penelitian yang sudah ada sebelumnya pada bagian awal landasan teori pada jurnal “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur”, sedangkan untuk artikel “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)”pada bagian akhir terdapat pembahasan mengenai perubahan makna sesuai yang tertera pada judul artikel.

 

METODE PENELITIAN

   Metode yang digunakan pada artikel “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timurpenelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dekskriptif. Data dalam penelitian ini adalah bahasa Arab pada tuturan guru dan santri di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Sumber data penelitian ini adalah pengajar dan santri kelas IX Madrasah Tsanawiyyah Ibadurrahman dalam pembelajaran Muthala’ah, di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Waktu penelitian yang dibutuhkan penelitian ini adalah dua bulan terhitung sejak Mei 2019 sampai dengan Juni 2019. Akan tetapi penelitian ini berlanjut hingga bulan Agustus 2019 dikarenakan faktor masa liburan sekolah. Lokasi penelitian ini di Pondok Modern Ibadurrahman beralamatkan di Jalan K.H.A. Tsani Karim, L III, Blok C, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: Observasi, rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Sedangkan untuk artikel “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik) merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi pustaka. Data-data pada penelitian ini merupakan alih kode, campur kode dan integrasi bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia pada film Sang Kiai. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu film Sang Kiai dan sumber data sekunder yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Bahasa Arab Al Munawwir. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak. Dalam penelitian ini, metode simak menggunakan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan berupa kartu data dan lembar rekapitulasi data. Adapun metode analisis datanya menggunakan metode padan intralingual.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada artikel “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ditemukan adanya alih kode ekstern dan alioh kode ekstern faktor penyebabnya adalah sulitnya penggunaan bahasa Arab untuk bisa dipahami oleh para santri.

Berikutnya adalah adanya campur kode kedalam faktor terjadinya campur kode ini adalah faktor kebahasaan. Hal ini disebabkan penggunaan bahasa dalam pembelajaran muthola’ah, cenderung menggunakan bahasa kiasan dan tidak sesuai dengan arti dalam kamus, akan tetapi hanya mendekati atau mengkiaskan kata, dan campur kode keluar, faktor yang mempengaruhi campur kode ini adalah karena faktor sikap penutur yang ingin memudahkan pemahaman siswa dalam memahami pembelajaran.

Sedangkan dalam artikel “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)”. Dalam penelitian ini ditemukan 13 bentuk alih kode yang semuanya merupakan jenis alih kode ekstern dengan rincian 7 alih kode dengan jumlah ismiyah, 4 alih kode berbentuk jumlah fi’liyah, 1 alih kode berbentuk jumlah syartiyyah, dan 1 alih kode dalam bentuk wacana. Adapun, dalam campur kode ditemukan sejumlah 7 data, 1 campur kode berbentuk kalimat (kata), 2 campur kode yang berbentuk murakkab ismiy, 1 campur kode berbentuk murakkab jaariy, 3 campur kode berbentuk murakkab mashdariy.

Untuk penyebab terjadinya alih kode terdapat 2 tuturan alih kode yang disebabkan oleh penutur, 4 tuturan alih kode yang disebabkan oleh lawan tutur, 3 tuturan alih kode yang disebabkan oleh perubahan situasi karena hadirnya orang ketiga, dan 4 tuturan alih kode yang disebabkan karena perubahan topik pembicaraan

Selain alih kode terdapat juga faktor penyebab terjadinya campur kode, dari 7 data yang ada ditemukan 2 tuturan campur kode yang terjadi karena faktor menjelaskan, 1 campur kode karena faktor keterbatasan penggunaan kode, 2 campur kode karena faktor penggunaan istilah yang lebih populer, dan 2 campur kode disebabkan karena penekanan maksud.

Perbedaan pada kedua artikel terletak pada pembahasan akhir berupa perubahan makna pada artikel “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai”.

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan dari jurnal “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur” yang pertama adalah lengkapnya informasi yang ada pada artikel mulai dari judul, penulis, nama , volume, nomor, tahun, halaman, issn online/offline, dan alamat website. Yang kedua yakni pembahasan dipaparkan secara singkat, rinci, dan jelas  dimulai dari pengertian, teori, maupun hasil analisis selain itu menelaah artikel ini, reviewer mendapatkan pemahaman baru terkait faktor penyebab dan tujuan suatu alih kode, dan campur kode dalam suatu pembelajaran bahasa Arab.

   Kekurangan jurnal “Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur” yaitu didalam penulisan bahasa Arab pada pembahasan dan hasil penelitian berupa aksara latin hal tersebut tentu akan lebih menarik dan menambah pengetahuan baru bagi mereka yang belum mengetahui pedoman transliterasi bahasa Arab selain itu adanya informasi mengenai kajian pustaka ada landasan teori serasa tidak perlu karena informasi tersebut sudah dituliskan pada bagian daftar pustaka.

Kemudian adalah kelebihan dari artikel “Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik)” yang pertama adalah penulisan dan tataletak dari artikel ini sangat rapi sehingga mudah dan menyenangkan untuk dibaca, kedua adalah informasi yang lengkap mengenai data-data pada artikel ini, yang ketiga yakni mulai dari pendahuluan sampai penutup semuanya dijelaskan secara runtut, lengkap, dan jelas.

Kekurangan dari artikel ini yakni pada bagian hasil dan pembahasan, data hasil penelitian hanya berupa angka dan presentase, seharusnya dituliskan satu persatu hal yang ditemukan berupa alih kode atau campur kode bahasa Arab dari dalam film. Kemudian pada bagian kesimpulan juga hanya pengulangan dari bagian hasil, dan pembahasan sebaiknya ditulis apa kesimpulan dari data-data yang sudah ditemukan saat penelitian.

 

PENUTUP

Fenomena alih kode dan campur kode dipaparkan secara rinci pada kedua artikel diatas, walaupun sama-sama meneliti alih kode dan campur kode bila dilihat dari hasil penelitian, kedua penelitian ini memiliki perbedaan dari sisi faktor dan tujuan alih kode dan campur kode.

 

Secara keseluruhan, isi dari jurnal ini sangat informatif, hanya saja penggunaan aksara Arab perlu dilakukan pada bagian hasil penelitian Jurnal ini bisa dijadikan sebagai bacaan dan rujukan bagi para mahasiswa serta atau pembaca yang sedang mempelajari sosiolinguistik bahasa Arab karena isinya dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran sosiolinguistik bahasa Arab,

 

DAFTAR PUSTAKA

A’la,H.A, dkk. 2020. Alih Kode Dan Campur Kode Bahasa Arab Pada Pembelajaran Di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya. Vol.4, No.4.

Aviah, N. dkk. 2019. Alih Kode, Campur Kode Dan Perubahan Makna Pada Integrasi Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia Di Film “Sang Kiai” (Analisis Sosiolinguistik). Journal of Arabic Learning and Teaching. Vol. 8, No. 2.

 

Poin-poin yang diperbaiki dari review sebelumnya adalah

1. Menambahkan teori pada bagian pendahuluan

2. Menambahkan saran pada bagian pembahasan

3. Menambahkan kelebihan dan kekuarangan yang dimiliki oleh jurnal yang dibahas

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Indonesia